.

.
.

SOP PERUSAHAAN

Posted by bikinsop Sabtu, 27 Oktober 2012 0 komentar


standar operasional prosedur


SOP Perusahaan merupakan sebuah prosedur oprasional dalam menjalankan aktivitas bisnis,  misalnya prosedur langkah- langkah bisnis rumah makan/ restoran  dalam mengelola  dan menyajikan hidangan makanan, bagaimana prosedur dan tahap- tahap pencucian pakaian,pengeringan, sampai pada pengemasan pakaian pada bisnis laundry kiloan, kemudian bagaimana prosedur pelayanan konsumen, prosedur menghadapi keluhan prosedur penataan barang- barang di bisnis supermarket, Atau bagaimana tahap – tahap dalam melakukan penjualan dan penawaran ke calon konsumen. Dan lain- lain

SOP Perusahaan merupakan rangkaian sistem prosedur yang berisi aturan baku  dan intruksi kerja,dimana bahasanya mudah di pahami dan bisa diterapkan secara ril di lapangan. Dengan adanya sebuah sop akan bisa membantu perusahaan untuk melaksanakan tugas- tugasnya dengan efektif dan efesien sehingga mampu menghasilkan kualitas produksi dan layanan terbaik.keajaiban sop  adalah ketika bisnis yang anda punyai bisa berjalan otomatis tanpa harus menunggu kehadiran anda, karena karyawan anda tetap melakukan tugas rutinnya sesuai target, komunikasi tetap berjalan, produksi berjalan secara alamai, begitu pula dengan marketing bekerja sesuai dengan job discripsi masing- masing, sehingga tercipta siklus kera yang harmonis dan tangguh dimana satu komponen dengan komponen yang lain saling terkait dan bahu membahu.

Didalam Standar Oprational Procedure memuat pentunjuk- petunjuk rinci terkait apa topik yang dibicarakan, dimana pekerjaan tersebut berlangsung, siapa yang melaksanakannya (penanggungjawabnya), bagaimana langkah- langkah pengerjaannya sampai pada kapan waktu pelaksanaannya. Job description masing- masing pekerja sudah tertulis dengan jelas dan bersifat baku, sehingga sewaktu- waktu jika terjadi error system atau terjadi kesalahan diluar perkiraan maka problem tersebut akan dengan cepat mudah di identifikasi dan diberikan solusi.

Sop yang ideal adalah dimana keberadaannya menjadi pedoman bagi semua aktivitas dalam pekerjaan, dia tidak diperlukan ketika hanya terjadi error system, atau hanya diperlukan pada satu bidang jabatan tertentu akan tetapi SOP ini dipakai untuk semua level pekerjaan dan semua level jabatan.berfungsi sebagai alat komunikasi antara pengawas dan pelaksan,antara atasan dan bawahan.membuat proses pekerjaan sampai hasil akhir pekerjaan bisa diselesaikan secara tepat dan konsisten.kemudian para karyawan atau pelaksana akan merasa lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya karena dia mengetahui langkah- langkah yang harus ditempuh serta target akhir dari pekerjaannya. Bahkan standar operasional prosedur ini bisa digunakan untuk mengukur kinerja karyawan.oleh karena itu begitu pentingnya keberadaan sop untuk memastikan bisnis dan usaha yang kita miliki bisa berkembang dan kuat.

Akan tetapi sayangnya, begitu banyak para pebisnis ketika menjalankan usahanya belum memahami secara utuh apa yang dimaksud dengan sop perusahaan , dan bagaimana cara membuatnya dengan tepat.sehingga akibatnya tentu tidak memahami kualitas seperti apa yang diinginkan oleh pelanggan. Jika demikian maka sebetulnya apa yang mereka kerjakan belum mencapai sasaran sesuai yang ditargetkan, padahal kualitas merupakan target yang paling tinggi yang menjadi tujaun setiap bisnis.

Coba anda bayangkan jika produk yang dihasilkan dengan kualitas level tertinggi kemudian dari segi pelayanan juga  mampu memenuhi keinginan konsumen, maka hasiln akhirnya pelanggan akan loyal dalam memakai produk tersebut, kalau sudah begitu dimanapun mereka berada, akan selalu mencari dan memakai produk kita karena kepuasan serta kenyaman yang kita sajikan. Sebuah bisnis yang di topang oleh pemahaman yang benar tentang kualitas, akan memilki nilai saing dibandingkan dengan konpetitor lain, oleh karena itu pahami  serta  uraikan potensi yang ada dalam bisnis anda secara spesifik dan terukur. Kemudian segera  buat standar operasional prosedur   yang mengacu pada apa yang diinginkan oleh konsumen untuk mencapai tujuan yang tepat sasaran.

Kualitas merupakan keinginan semua pelanggan, nah keinginan inilah yang kemudian di tulis dan diuraikan secara spesifik dan terukur. Jika konsumen tidak membuat uraian keinginan yang jelas, maka disinilah kita menggunakan satuan kualitas yang bersifat umum, yang jelas konsumen pasti memiliki ukuran ideal tertentu untuk menilai suatu produk, contohnya konsumen menginginkan harga yang terjangkau, layanan cepat dan kiriman tepat waktu. Oleh karenanya didalam sop perusahaan  harus dicantum terkait waktu setiap langkah- langkah proses, kemudian siapa penanggungjawabnya, cara bagaimana solusi jika terjadi error system serta puhak mana yang dengan segera dihubungi apabila mendaptkan kondisi yang tidak  normal, semuanya tertulis dan teruraikan dengan jelas.




Baca Selengkapnya ....

KOMUNIKASI DAN PROMOSI YANG EFEKTIF

Posted by bikinsop Kamis, 18 Oktober 2012 0 komentar

Dalam organisasi idealnya memiliki aturan baku dalam seluruh aktivitasnya, atau yang sering kita namakan Standard Operating Procedure, semakin matang suatu oragnisasi maka wajib memerlukan sop. termasuk bagaimana aturan baku dalam Komunikasi  penjualan barang agar hasil penjualan tepat sasaran dan produktif
Berikut kami uraikan contoh komunikasi dan promosi yang efektif.

8 langkah  komunikasi dan promosi total yang efektif  dalam penjualan NUTRILON ROYAL 3 sbb :
1.  Mengidentifikasi audien yang dituju
Dalam hal ini audien yang dituju ibu – ibu yang memiliki Balita.

2.  Menentukan tujuan komunikasi
Tujuannya yaitu menginformasikan bahwa susu Nutrilon Royal 3 memiliki kandungan gizi yang lengkap yaitu AA dan DHA serta FOS dan GOS untuk pertumbuhan dan pencernaan.

3.  Merancang Pesan
NUTRILON ROYAL 3 “ PROTECTION FROM THE INSIDE “Apabila saluran cerna sehat daya tahan tubuh akan baik. Percernaan Sehat Kunci Imunitas Anak

4.  Memilih saluran komunikasi
Saluran komunikasi dengan iklan di TV, majalah ibu dan anak, brosur serta promosi di Supermarket.

5.  Menentukan total anggaran promosi.
 Anggaran promosi disesuaikan dengan anggaran promosi yang sudah ditentukan.
Baik via Televisi, Majalah Ibu dan Anak, dan Promo di Supermarket.

6.  Membuat keputusan atas bauran promosi (marketing mix)
Bauran Promosi perlu dilakukan agar konsumen dapat melihat dan lebih mengerti
 akan produk.

7.  Mengukur hasil promosi tersebut
Dengan meminta quisioner kepada konsumen terhadap promosi yang telah
dilakukan dan keberhasilan promosi dilihat dari kenaikan sales.

8.  Mengelola dan mengkoordinasikan proses komunikasi pemasaran
 Hal ini perlu dilakukan agar promosi total yang efektif dapat dilakukan dan
terciptanya program komunikasi pemasaran yang baik agar tujuan perusahaan
untuk mencapai keuntungan dapat dicapai.

Baca Selengkapnya ....

EMPLOYEE PERFORMANCE (Kinerja Karyawan)

Posted by bikinsop Senin, 15 Oktober 2012 0 komentar


EMPLOYEE PERFORMANCE
Pinilaian kinerja karyawan merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah organisasi perusahaan dimana komponen ini yang  akan menentukan keputusan atau kebijakan- kebijakan strategis organisasi dalam rangka meningkatkan kemajuan perusahaan. Kebijakan strategis yang dimaksud antara lain, kebijakan besar kecil gaji karyawan, promosi karyawan, pemberhentian, mutasi, rotasi, pelatihan, transfer dan kebijakan- kebijakan lainnya yang berkaitan dengan kepegawaian.
Sehingga suatu organisasi memilki standar kinerja tertentu,yang digunakan sebagai barometer untuk menilai loyalitas dan skill karyawan selama bekerja, cara ini juga digunakan oleh manajemen dalam menjelaskan tujuan-tujuan dan standar-standar kinerja dan untuk memotivasi kinerja individu.
kinerja karyawan (employee performance) adalah tingkat terhadap mana para karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Penilaian kinerja (performance assessment) adalah proses yang mengukur kinerja karyawan (Simamora .2001).
Penilaian kinerja juga biasa disebut review kinerja, penilaian karyawan, evaluasi kinerja, evaluasi karyawan, atau rating personalia.  dimana komponen ini menjadi salah satu tugas dari seorang personalia, ,penilaian karyawan, evaluasi kinerja, evaluasi karyawan, atau rating personalia.
Menurut Dessler (1997) penilaian prestasi kinerja adalah suatu proses penilaian prestasi kinerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Me4=u74urut Stoner dkk. (1996) penilaian prestasi kinerja adalah proses yang meliputi: (1) penetapan standar prestasi kerja; (2) penilaian prestasi kerja aktual karyawan dalam hubungan dengan standar-standar ini; dan (3) memberi umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan prestasi kerja

Reward System
Tujuan di lakukannya sistem reward ini untuk menarik dan mempertahankan SDM dalam organisasi karena organisasi memerlukannya untuk mencapai target sesuai dengan visi dan misi. Selain itu Sebagai upaya untuk menjaga loyalitas karyawan, menjaga kinerja dan semangat kerja, komitmen mereka kepada oragnisasi serta motivasi kerja

Beberapa tipe-tipe skema sistem reward yang diberikan, seperti (Mckenna dan Beech, 2000:168)
1.  Nilai waktu (Time Rates) yaitu sistem reward yang dihubungkan dengan jumlah jam kerja. Nilai waktu dapat diklasifikasikan sebagai dasar jam kerja, upah mingguan, atau gaji bulanan. Keuntungan tertentu sistem berdasarkan waktu adalah terbuka untuk inspeksi dan wajar dalam pengertian bahwa karyawan yang menjalankan pekerjaan yang sama akan berada pada tingkatan yang sama.
2.  Penggajian berdasarkan hasil-hasilnya yaitu salah satu cara untuk mengetahui kritisme yang dilontarkan kepada sistem berdasarkan waktu dengan memperkenalkan skema penggajian berdasarkan hasil-hasilnya (Payment by results, PBR). PBR menghubungkan gaji dengan kuantitas output individual. Pelopor PBR adalah sistem pekerjaan yang dibayar menurut hasil yang dikerjakan dimana gaji dihubungkan dengan jumlah unit pekerjaan yang dihasilkan.
3.  Penggajian berdasarkan prestasi yaitu penggajian berdasarkan prestasi ini tidak hanya mempertimbangkan hasil-hasil atau output tetapi juga perilaku aktual dalam pekerjaan. Prestasi individual diukur berdasarkan sasaran-sasaran yang ditetapkan sebelumnya atau dibandingkan dengan berbagai tugas yang ada di dalam uraian tugas (job description), yang memanfaatkan teknik-teknik penilaian prestasi.

Baca Selengkapnya ....

JOB DESC KEPALA UNIT USAHA PELAYANAN LOGISTIK

Posted by bikinsop Minggu, 14 Oktober 2012 0 komentar

Fungsi :
Menyelenggarakan kegiatan usaha perusahaan dalam bidang pelayanan
logistik sebagai Suatu Unit Strategis (SBU) sesuai dengan kewenangan dan
kebijakan yang ditetapkan Direksi.

Tugas Pokok :
1.   Menyelenggarakan seluruh kegiatan Unit Usaha Pelayanan LOGISTIK
     yang meliputi kegiatan forwarding, pergudangan dan depo kontainer
    serta kegiatan penunjang usaha lainnya agar menghasilkan
     keuntungan sesuai dengan target yang ditetapkan pada RKAP.
2.   Mendayagunakan aset perusahaan secara optimal, efektif dan efisien.
3.   Mengkoordinasikan pembangunan sistem dan jaringan OPRATIONAL
    (Networking) pelayanan Forwarding, Pergudangan dan Depo Container.
4.   Melaporkan aset perusahaan kepada Direksi dalam rangka penutupan
5.   asuransi.Menyelenggarakan kegiatan umum, PERSONALIA akuntansi & keuangan
    serta perbengkelan di Unit Usaha.
6.   Mengendalikan anggaran rutin dan investasi sesuai dengan RKAP yang
     telah ditetapkan dan sesuai dengan kondisi obyektif di Unit Usaha.
7.   Mengkoordinasikan penyusunan anggaran rutin dan investasi Unit
     Usaha.
8.   Mengkoordinasikan penyusunan Laporan Operasional, Keuangan, dan
     Laporan Manajemen secara berkala dan tepat waktu.
9.   Menjaga dan memelihara barang-barang inventaris peralatan kantor
dan aktiva di Unit Usaha sesuai catatan akuntansi
10.          Merumuskan Sasaran Mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja
     yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Mutu, dan Sasaran Mutu
     Perusahaan yang telah ditetapkan.
11. Menyiapkan laporan kegiatan Unit Usaha secara benar dan tepat
waktu.
Batasan Tanggung Jawab :
1. Tercapainya target pendapatan sesuai dengan RKAP.
2. Terbinanya jaringan operasional (networking) Pelayanan Forwarding,
    Pergudangan dan Depo Container dengan pihak eksternal.
3. Terkendalinya biaya operasional Unit dan tidak melebihi standar biaya
    yang telah ditetapkan.
4. Terpenuhinya pelayanan Forwarding, Pergudangan dan Depo
    Container sesuai permintaan pelanggan yang berorientasi kepada Total
    Quality Service.
5. Terselenggaranya kegiatan umum, personalia, akuntansi & keuangan
    serta perbengkelan di Unit Usaha.
6. Tersusunnya anggaran rutin dan investasi Unit Usaha yang wajar dan
    realistis yang mengarah kepada visi dan misi perusahaan secara tepat
    waktu.
7. Terkendalinya pelaksanaan anggaran rutin dan investasi sesuai dengan
    RKAP yang telah ditetapkan dan kondisi obyektif di Unit Usaha.
8. Tersusunnya laporan kegiatan unit (Laporan Operasional, Laporan
    Keuangan, dan bahan Laporan Manajemen) yang akuntabel dan
    auditable secara berkala dan tepat waktu.
9. Terpeliharanya barang-barang inventaris peralatan kantor dan aktiva di
    unit usaha dan sesuai dengan catatan akuntansi.
10.Tersedianya laporan kegiatan Unit Usaha secara benar dan tepat waktu
     setiap tanggal 10 pada bulan berikutnya

Batasan Wewenang :
1. Menerima atau menolak permintaan pelayanan forwarding,
    pergudangan dan Depo Container.
2. Menyetujui atau menolak permohonan biaya operasi, pengadaan spare
    part, BBM dan pengeluaran uang untuk keperluan Unit.
3. Menjalin hubungan kerjasama operasional (networking) dengan mitra
    kerja dalam rangka peningkatan layanan forwarding, pergudangan dan
    Depo Container.
4. Menandatangani dokumen ekspor / impor dan pemindahan barang
    lainnya.
5. Menetapkan sanksi pelanggaran disiplin bagi pengawai Unit sesuai
    dengan batas kewenangan yang diberikan.
6. Menandatangani surat jaminan perawatan bagi pegawai Unit Usaha.
7. Menetapkan peraturan dan sistem kepegawaian bagi Tenaga Harian
    Tetap dan Tenaga Bagi Hasil.
8. Menandatangani surat ke luar, nota debet / invoice, nota kredit, kuitansi
    penerimaan & pembayaran, faktur pajak, cek & giro dengan pejabat
    yang ditunjuk.
9. Menandatangani permohonan dana operasional Unit Usaha.
10. Menyetujui atau menolak permintaan pembayaran yang diajukan oleh
    Kepala Bagian Akuntansi & Keuangan Unit Usaha.
11. Menyetujui atau menolak permintaan Rencana Kebutuhan.
12. Menyetujui / menolak alokasi permintaan Truk dan Mekanik / Alat Berat.
13. Mengusulkan kepada Direksi penghapusan kendaraan Truk, Mekanik /
      Alat Berat yang tidak ekonomis lagi.
14. Menetapkan penggunaan Truk dan Alat Mekanik dari luar sesuai
      kebutuhan operasi.
15. Menyusun dan merevisi Sasaran Mutu dan Prosedur Mutu Unit Kerja

Hubungan Kerja / Supervisi :
1. Kepala Unit Usaha Pelayanan Logistik bertanggung jawab langsung
    kepada Direksi.
2. Kepala Unit Usaha Pelayanan Logistik membawahi :
a. Kepala Bagian Pelayanan Forwarding.
b. Kepala Bagian Pelayanan Pergudangan.
c. Kepala Bagian Akuntansi & Keuangan.
d. Kepala Bagian Pelayanan Perbengkelan
e. Kepala Bagian Umum & Personalia.

Baca Selengkapnya ....

CONTOH UU KETENAGAKERJAAN TENTANG TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN BAGI PEKERJA DI PERUSAHAAN

Posted by bikinsop 0 komentar

PERATURAN  MENTERI TENAGA KERJA
REPUBLIK INDONESIA

NOMOR Per-04/MEN/1994

TENTANG

TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN
BAGI PEKERJA DI PERUSAHAAN


MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang
:
a. Bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat pemeluk agama yang setiap tahunnya merayakan hari raya keagamaan sesuai dengan agamanya masing-masing;
b.     Bahwa bagi pekerja untuk merayakan hari raya tersebut memerlukan biaya tambahan;
c.     Bahwa untuk merayakan hari raya tersebut sudah sewajarnya pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan;
d.     Bahwa untuk menciptakan ketenangan usaha, meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keseragaman mengenai pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan perlu ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

Mengingat
:
1.    Undang-undang No. 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan berlakunya Undang-Undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 21 dan Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 4)
2.    Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pkok mengenai Tenaga kerja (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara No. 2912)
3.    Keputusan Presiden Republik Indonesia  Nomor 96/M/1993 tentang Pembentukan Kabinet Pembangunan VI.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan
:
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA TENTANG TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN BAGI PEKERJA DI PERUSAHAAN


 Pasal 1.

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :

a.     Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja 
      baik dengan tujuan mencari keuntungan atau tidak, baik milik swasta maupun 
      milik Pemerintah.

b.         Pengusaha adalah :
1.Orang, Persekutuan atau badan Hukum yang secara berdiri sendiri 
    menjalankan suatu perusahaan milik sendiri.
2. Orang, Persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri sendiri 
    menjalankan perusahaan bukan miliknya.
3.Orang, Persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan
    sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2 yang berkedudukan di luar Indonesia.

c.         Pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja pada Pengusaha dengan menerima upah.

d.         Tunjangan Hari raya Keagamaan yang selanjutnya disebut THR, adalah pendapatn pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain.

e.         Hari Raya Keagamaan adalah Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Protestan, Hari Raya Nyepi bagi pekerja bergama Hindu dan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.

Pasal 2

(1)       Pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus atau lebih;

(2)       THR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan satu kali dalam setahun.

Pasal 3

(1)       Besarnya THR sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:
a.         Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
b.         Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja, yakni dengan perhitungan:
 





(2)       Upah satu bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah uapah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.

(3)       Dalam hal penetapan besarnya nilai THR menurut Kesepakatan Kerja (KK) atau Peraturan Perusahaan (PP) atau Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau kebiasaan yang dilakukan lebih besar dari nilai THR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka THR yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan Kesepakatan Kerja, Peraturan Perusahaan, Kesepakatan Kerja Bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan.



Pasal 4

(1)       Pemberian THR sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (2) disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan, masing-masing pekerja kecuali kesepakatan pengusaha dan pekerja menentukan lain.

(2)       Pembayaran THR sebagaimana di maksud dalam ayat (1) wajib dibayarkan oleh Pengusaha selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

Pasal 5

(1)       Dengan persetujuan pekerja, THR sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 sebagian dapat diberikan dalam bentuk lain, kecuali minuman keras, obat-obatan atau bahan obat-obatan, dengan ketentuan nilainya tidak boleh melebihi 25% (dua puluh lima persen) dari nilai THR yang seharusnya diterima.

(2)       Bentuk lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan bersamaan dengan pembayaran THR.

Pasal 6

(1)       Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR.

(2)       Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi pekerja dalam hubungan kerja untuk waktu tertentu yang hubungan kerjanya berakhir sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan.

(3)       Dalam hal pekerja dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, maka pekerja berhak atas THR pada perusahaan yang baru, apabila dari perusahaan yang lama pekerja yang bersangkutan belum mendapatkan THR.

Pasal 7

(1)       Pengusaha yang karena kondisi perusahaannya tidak mampu mebayar THR dapat mengajukan permohonan penyimpangan mengenai besarnya jumlah THR kepada Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

(2)       Pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1) harus diajukan paling lambat 2 bulan sebelum Hari Raya Keagamaan yang terdekat.

(3)       Direktur Jenderal Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan menetapkan besarnya jumlah THR, setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaaan keuangan perusahaan.

Pasal 8

(1)       Bagi pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2 ayat (1) dan pasal 4 ayat (2), diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja.

(2)       Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelanggaran.

Pasal 9

(1)       Pengawasan untuk ditaatinya peraturan ini dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan.

(1)       Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, juga kepada Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan yang diberi wewenang khusus sebagai Penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3209) untuk melakukan penyidikan tindak pidana pelanggaran dalam peraturan ini.
 
Pasal 10

Dengan ditetapkan Peraturan Menteri ini, maka Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 16 Tahun 1968 tentang Tunjangan Hari Raya bagi buruh Perusahaan Swasta dinyatakan tidak berlaku lagi.

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 16 September 1994

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA,


ttd


ABDUL LATIEF





Baca Selengkapnya ....

small keyword toll

link group

Tebar Pesona
  • Sonic Run: Internet Search Engine ">Link 1
  • Free Smart Automatic BacklinkMajlis Link OtomatisMalaysia Free Backlink Services FreewebsitepromotionLink Portal Teks TVAutoBacklinkGratisjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service">Link 2
  • Free Backlinks">Link 3
  • Free Backlinks">Link 4
  • Free Smart Automatic BacklinkMajlis Link OtomatisMalaysia Free Backlink Services FreewebsitepromotionLink Portal Teks TV">Link 4
  • Free Auto Backlink - Gratis Backlink Otomatis">Link 4
  • Free Backlinks">Link 4
  • Free Automatic Backlinks">Link 4
  • Backlink Lists|Free Backlinks">Link 4
  • Free Backlink">Link 4
  • Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits!
    SEO Services
    ">Link 4
  • Free Automatic Backlinks ">Link 4
  • Free Backlinks ">Link 4
  • /">Link 4
  • Business
    Billiga Hotell i London ">Link 4
  • /">Link 4
  • Search Engine Marketing & Optimization">Link 4
  • Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!">Link 4
  • Free Website Directory ">Link 4
  • Free Search Engine Submission
    ">Link 4
  • ">Link 4
  • Free Backlink for your Website">Link 4
  • Top Blogs ">Link 4
  • Free Search Engine Submission
    ">Link 4
  • ">Link 4
  • ">Link 4
  • Auto Backlink | Free Auto Backlinks Exchanges">Link 4
  • MIM - Free BacklinksYour-Link">Link 4
  • MIM - Free BacklinksYour-Link">Link 4
  • PR5 Uocsa Premium Free Website Directory Links To Your Website">Link 4
  • Shane English WEB Directory">Link 4
  • Ranking Website Directory ">Link 4
  • ExactSeek.com">Link 4
  • ExactSeek.com">Link 4
  • Free Meta Tag Generator">Link 4
  • Search Engine Submission - AddMe ">Link 4
  • free search engine website submission top optimization">Link 4
  • Submit your site to search engines for free
    Buy Social Media Services ">Link 4
  • Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!">Link 4
  • Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!">Link 4
  • www.Hypersmash.com">Link 4
  • Hgpromo.org">Link 4
  • Hgpromo.org">Link 4